Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Hukum & Kriminal » Lawyer Kasus Pemukulan Karyawan Pabrik Sabun Serbuuu Kecewa Dengan Penangganan di Polres Sidoarjo.

Lawyer Kasus Pemukulan Karyawan Pabrik Sabun Serbuuu Kecewa Dengan Penangganan di Polres Sidoarjo.

(137 Views) February 23, 2022 4:07 pm | Published by | No comment

Sidoarjo – SuaraJakarta.News – Lukas Santoso S.H. M.H. M.M. M.Si. Kecewa dengan penangganan kliennya di Polres Sidoarjo.

Agenda hari ini selasa,22-2-2022. Untuk Konfrontir yaitu dipertemukan antara Pemukul dan yang dipukul. Ternyata pihak pemukul tidak dapat hadir dengan bukti laboratorium medis dari Paramita, yang bersangkutan kena Covid.

Santoso (lawyer), yang biasa di panggil oleh media,juga adalah pengacara dari Perusahaan Media Nasional online dan cetak juga pengacara dari beberapa ormas merasa kecewa dengan petugas Polres Sidoarjo, kenapa tidak diberitahu kalau hari ini batal untuk acara pertemuan, kalau sipemukul kena covid dengan bukti laboratorium medis dari Paramita, kalau memang batal yaa kami diberitahu, supaya klein kami tidak meninggalkan pekerjaannya, ungkapnya pada media.

Tidak hanya itu. menurut lawyernya, Santoso seharusnya kasus pemukulan ini sudah jelas karena klien nya langsung membuat laporan dikepolisian dan langsunh divisum dengan diantar petugas kepolisian dari Polres Sidoarjo.

1.Ada 2 orang dari kepolisian ikut mengantarkan ke Rumah Sakit yang ditunjuk oleh kepolisian

2.Visum

3.Ketika terjadi pemukulan istrinya ada disitu, walau dia tidak mau jadi saksi, tapi itu sudah cukup bukti, ungkapnya pada media.

Lebih lanjut petugas maunya direkontruksi ulang.

Namun Lawyernya, Santoso menolak, lebih baik kita tunda aja, kurang lebih dua minggu menunggu sipemukul bisa hadir.Dan klien membuat pernyataan juga penundaan konfrontir

Dengan kejadian tersebut diatas,

Dengan bukti data :
1.Laporan sudah ada.
2.Pemeriksaan sudah ada.
3.Perkembangan SP2B sudah ada.
Itu sudah bisa dibuat kelanjutan kasus tersebut.

Kliennya Budiarto,S.E, yang dipukul Bosnya Faust Franjen Halim (Faust), didalam ruangan kantor sampai kepalanya berdarah sesuai foto dibawah ini.

Yang ketika itu didalam ruangan hanya ada 3 orang yaitu Faust (Bos), Budiarto (karyawan) yang dipukul, dan istri Faust.

Habis mukul karyawannya yang jadi sasaran selanjutnya yaitu tembok dalam ruangan. Budi tidak tahu berapa kali Faust memukul sampai terlihat foto dibawah ini tembok yang habis dipukul.

Saat terjadi pemukulan sikorban (Budiarto) karyawan tersebut sempat bilang lho ko, ada apa saya dipukul, apa salah saya, tapi ucapan itu tidak dijawab,
kemudian Faust memanggil Manager Marketing Hendy, sambil bilang ini Budiarto kerjasama dengan Lita ucapnya, melihat Faust marah dirangkul lah Faust, supaya redah emosinya.

Ketika pemukulan istrinya ada didepan Faust sambil bawa Hp, seakan akan istrinya tidak melihat kejadian itu.

Faust marah dikarenakan hasil laporan laba ruginya tidak sesuai ke inginannya.

Budiarto sebagai Accouting, merasa heran saya kerja ini sesuai dengan yang ada dilaporan dari beberapa bagian diantara marketing dan lain lain, saya rekap hasilnya yaa sesuai itu kalau terjadi kerugian yang harusnya disalahkan atau dipanggil semua bagian yang dilapangan.

Accouting itu kan hanya menerima laporan aja, ungkap Budiarto ketika diwawancarai oleh media yang didampingi lawyernya.

Budiarto,S.E, lebih lanjut menceritakan sehabis kejadian pemukulan, tidak langsung pulang kerumah di Surabaya, karena merasa pusing lalu makan dulu lanjut hubungi istrinya untuk berobat kerumah sakit yang fotonya ada dibawah ini.

Foto 3

Pada pukul 17.27 WIB, Istri Faust sempat WhatsApp, meminta maaf, suaminya ketika itu benar benar khilaf dan lost control. WhatsApp, selanjutnya pukul 21.12 WIB Istri Faust meminta tolong untuk data yang tadi dikirim untuk dicek lagi bukan tentang benar salahnya.

Karena Budiarto masih dirumah sakit dijawab sekarang ini masih dirumah sakit sambil menunjukan foto yang terbaring dirumahsakit.

Dua hari kemudian Budiarto kekantor untuk berpamitan ke Lita karena sudah tidak ada lagi kecocokan sama Bosnya Faust. Akan tetapi ditolak untuk berpamitan karena masih disuruh untuk menyelesaikan laporan dan pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh Budiarto.

Ketika itu, kejadian pemukulan pada tanggal 19 Oktober 2021.
Besoknya pada tanggal 20 Oktober 2021. Faust meminta maaf.

Pada tanggal 5 November 2021, Budiarto pamit risegn setelah menyelesaikan pekerjaan yang diminta oleh istri Bos Faust.

Ketika itu Budiarto tidak dikasih imbalan selama bekerja di Pabrik Sabun Seribu Serbuuu, hanya dikasih satu bulan gaji yang selama ini Budiarto terima.

Bersambung..
(Pri)

Categorised in:

No comment for Lawyer Kasus Pemukulan Karyawan Pabrik Sabun Serbuuu Kecewa Dengan Penangganan di Polres Sidoarjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *