Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Informatif » Bupati Magetan Masuk Sepuluh Besar Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI – HPN 2022

Bupati Magetan Masuk Sepuluh Besar Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI – HPN 2022

(40 Views) December 7, 2021 7:44 am | Published by | No comment

Magetan – SuaraJakarta.News – Bupati Magetan terpilih menjadi nomine Anugerah Kebudayaan PWI pada hari pers Nasional tahun 2022 dan sepuluh bupati/wali kota dari Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi hingga Pulau Nusa Tengggara Barat, di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sepuluh nomine tersebut telah lolos seleksi tahap pertama melalui seleksi proposal terkait dengan inovasi kepala daerah pada masa pandemi dengan mngutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat dengan tetap mengedepankan pemajuan kebudayaan dan kearifan lokal.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S.Depari selaku penanggung jawab HPN 2022 menyambut baik terpilihnya 10 nomine Anugerah Kebudayaan PWI (AK-PWI) tersebut. Sebagai bagian dari keseluruhan proses yang telah berlangsung sejak September lalu, hingga puncak HPN, 7-9 Februari 2022 nanti di Kendari, Sulawesi Tenggara mendatang.

“Anugerah Kebudayaan PWI hanya salah satu dari sekian banyak mata acara HPN 2022, yang juga sedang berproses. Dalam bentuk konvensi, seminar, bakti sosial, klinik jurnalisme, penganugerahan, hingga penanda tangangan kerja sama,” tandas Atal.

Sepuluh kepala daerah yang dipilih dan ditetapkan dalam rapat Tim Juri AK – PWI pada Jumat (3/12/2021) sore, mereka beragam usia, latar belakang suku, pendidikan, agama, budaya, partai, hingga masa kerja. Bupati Suprawoto berhasil terpilih pada babak penyisihan selanjutnya akan diundang untuk mempresentasikan dan tanya jawab dihadapan Dewan Juri di Kantor PWI Pusat Jakarta tanggal 15 s.d. 16 Desember 2021.

Menurut Ketua Pelaksana AK – PWI Yusuf Susilo Hartono, masing-masing kepala daerah tersebut berhasil dengan baik menarasikan dan memvisualkan pergulatan memenangkan kesehatan, berbasis informasi dan kebudayaan, guna mewujudkan perilaku baru. Salah satu yang menarik, sebelum ada kebijakan prokes pandemi Covid-19, di antara daerah-daerah tersebut sudah memiliki “protokol warisan nenek moyang” dalam menghadapi wabah, yang dirawat dalam adat dan tradisi setempat.

Hal ini menunjukkan sekaligus bukti bahwa kebudayaan daerah itu memiliki “harta karun kultural” tersembunyi, yang seringkali dilupakan oleh pemiliknya sendiri, maupun pengambil keputusan yang nir kebudayaan,”ucapnya

Beruntung bagi kepala daerah yang menyadari “harta karun kultural”-nya itu. Sehingga pada saat terjadi pandemi, tinggal memadukan dengan prokes dan vaksinasi, serta berbagai aplikasi berbasis teknologi, untuk melawan Covid-19. Sekaligus untuk mewujudkan perilaku baru di berbagai bidang, sosial budaya, ekonomi, perdagangan, kesehatan, pendidikan,”pungkasnya.

(Ryn/prokopim)

No comment for Bupati Magetan Masuk Sepuluh Besar Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI – HPN 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *