Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Jendela Nusantara » Tiga Inspirator Kepulauan Sula Berbagi Pengalaman dan Motivasi Kepada Siswa

Tiga Inspirator Kepulauan Sula Berbagi Pengalaman dan Motivasi Kepada Siswa

(275 Views) September 23, 2019 1:04 am | Published by | No comment

Malut – SUARA JAKARTA News – Gravity berbagi dan berhasil merangkul sejumlah siswa SMA maupun mahasiswa yang berada di Kabupaten Kepulauan Sula, Propinsi Maluku Utara (Malut), Minggu (22/9).

Kegiatan ini, menghadirkan tiga siswa hebat yang menceritakan kisahnya selama proses pendidikan di bangku kuliah. Mereka ialah Fitri A. Fokatea, Karman Samuda dan Astrianty Nugraha Arfan.

Berbagi cerita atau berbagi pengalaman yang berlangsung di Block Gravity, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada generasi Sula agar lebih berpikir positif demi mengejar cita-cita.

Selain itu, mereka bertiga tidak ketinggalan berbagi pesan dan kesan kepada pelajar tentang proses mereka menempuh pendidikan hingga berhasil meraih gelar dari kampus-kampus ternama di Indonesia maupun kampus di luar negeri.

Ketiga inspirator ini terlahir dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Sebut saja Karman Samuda, lelaki yang biasa disapa dengan Nance ini adalah anak petani yang tinggal di salah satu desa kecil di Kepsul, yakni Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah.

Walaupun sebagai anak petani, atas dasar niat dan semangat serta dukungan orang-orang di sekitarnya, dia berhasil meraih sarjana dan pernah menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Kieraha Ternate.

Sementara, Astrianty Nugraha Arfan salah satu anak muda Kepsul yang berhasil meraih gelar magister di The Australian National University ini mengatakan, “Untuk mengejar sesuatu, jangan mudah menyerah. orang yang tidak mudah menyerah, tentu kedepan akan mendapatkan hasil yang cukup luar biasa.”

“Saya pernah gagal sebanyak tiga kali, namun dengan kegagalan itu bukan berarti membuat saya menyerah. Tapi justru membuat saya lebih rajin dan giat dalam mengejar apa yang saya inginkan. Teman-teman harus percaya, selagi ada usaha, pasti ada jalan keluarnya,” kata Astrianty di depan peserta.

Beda halnya dengan Karman Samuda. Bagi dia, sejak pertama kali dia memutuskan untuk kuliah, keluarga maupun orang di sekitarnya sangat tidak yakin bahwa dia bisa kuliah. Sebab, latar belakang saat di SMA, dirinya salah satu siswa luar biasa nakal. Dengan perilaku kenakalan itulah, hingga keluarga tidak mengizinkan menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi.

“Tapi dengan susah payah, saya dapat membuktikan ke keluarga maupun orang-orang, bahwa saya bisa berhasil menyelesaikan sekolah sama seperti anak-anak lainnya. Semua orang percaya bahwa saya tidak akan bisa meneruskan kuliah, justru sebaliknya dengan dorongan pacar, saya dapat kuliah dan berhasil menjadi Presiden BEM STIKIP Kieraha Ternate,” kata Karman.

Sementara, Fitri A. Fokatea, Alumni Magister Universitas Gajah Mada (UGM), tak ketinggalan untuk berbagi pengalamannya. Anak tertua dari tiga orang bersaudara ini lebih fokus perihal kemandirian. Bagi dia, tidak mudah seorang anak perempuan hidup jauh dari keluarganya. Tetapi, dengan tekad dan niat yang sudah ia tanamkan sejak awal, dia mampu melewati segala kerumitan selama berada di di Pulau Jawa.

Kata dia,”Setiap langkah dan usaha yang dia lakukan, tidak terlepas dari doa yang diucapkan setiap saat. Apalagi, pada saat saya pertama kali menjadi mahasiswa di Yogyakarta pada 2009 lalu, belum banyak anak-anak Sula yang kuliah di sana.

“Makanya, setiap apa yang saya lakukan harus dari diri sendiri dan didikan itu saya dapat dari orang tua tujuannya agar benar-benar mandiri. Atas dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitar, ini yang membuat saya tetap kuat dan berhasil menyelesaikan sekolah,” kata Fitri.

Lain halnya dengan Koordinator Gravity, Irawan Duwila, dia menambahkan,”Kegiatan ini adalah langkah awal dan masih banyak kegiatan berikutnya dan saya sebut dengan volume I.”

“Masih ada volume yang kedua dan seterusnya, pada prinsipnya saya akan melakukan apa saja yang diperlukan dan dibutuhkan dan akan saya lakukan demi daerah ini.” ungkapnya

Beda dengan Alumni Magister Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar, Sulawesi Selatan, dia mengatakan,” Kegiatan ini hanya bentuk kepedulian saya bersama dengan beberapa orang teman untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi negeri yang mereka cintai.

“Jika memang kita tidak bisa melakukan hal besar, setidaknya kami mau melakukan hal kecil yang memiliki sisi positif dan akan terus mencari konsep, gagasan cemerlang agar kegiatan tersebut dapat dilakukan terus menerus di Sula,” kata Irawan

Reporter : Dino

Categorised in:

No comment for Tiga Inspirator Kepulauan Sula Berbagi Pengalaman dan Motivasi Kepada Siswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *